Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

KHUTBAH JUM,AT [WASIAT LUKMAN ALHAKIM KEPADA ANAKNYA]


 

KHUTBAH JUM,AT [WASIAT LUKMAN ALHAKIM KEPADA ANAKNYA]

 

Persidangan jum’ at yang berbahagia

Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah swt dengan sebenar- benarnya takwa. Takwa dalam makna kata melakukan perintah Allah serta menghindari seluruh apa- apa yang dilarang oleh Allah swt.

Sejarah mencatat, kalau umat islam sempat hadapi satu masa kejayaan serta keemasan, masa dimana syariat islam berlaku serta diterapkan di tengah- tengah kehidupan kalangan muslimin. Tidak terdengar yang namanya perkelahian, penindasan, pencurian serta seluruh wujud kriminal yang acap kali terjalin di era kita saat ini ini, baik itu pencurian serta penindasan secara arti tekstual ataupun pencurian serta penindasan hak asasi Manusia.

Kesejahteraan serta kemakmuran ummat islam pada masa kejayaan serta kemeasan tersebut seluruh tidak lain sebab didikan Rasul saw yang kemudian diteruskan serta dilanjutkan oleh orang- orang sehabis dia baik dari kalangan teman ataupun tabiin serta para aslafuna solihun yang sudah bawa islam serta negara islam jadi“ Negara yang damai serta makmur”.

Orang- orang tua di era itu telah menitik beratkan nilai- nilai pembelajaran islam kepada buah hati mereka, mereka juga sadar serta paham kalau masa depan mereka serta islam secara global terdapat ditangan kanak- kanak mereka. Kemana mereka memusatkan anak mereka, disitulah islam hendak mengarah.

Ma`asyiral hadirin rahimakumullah

Tetapi ironisnya dizaman ini para orang tua seakan- akan kurang ingat hendak tanggung jawab yang satu ini, mereka tidak sadar hendak amanat besar yang sudah Allah titipkan kepada mereka. Si bapak semenjak terbangun dari tidurnya sudah padat jadwal memikirkan tugas serta karirnya di kantor, si bunda kurang ingat hendak kondisi psikologis serta mutu si anak. Apakah si anak sudah melakukan sholat?, apakah si anak sudah komsumsi santapan halal? Mereka rela berkorban demi karir mereka serta kurang ingat hendak meninggalkan kewajiban mereka. Mereka padat jadwal dengan perniagaan disitu mari, tetapi tidak sempat ingat hendak perniagaaan akhirat yang terdapat di depan mata. Mata hati mereka sudah buta, sementara itu perniagaan ini sudah menjanjikan hendak keuntungan besar, keuntungan yang berlipat ganda dari 10 bahkan hingga 7 puluh kali lipat untungnya ataupun apalagi lebih dari itu. Allah berfirman

Maksudnya: Hai orang- orang yang beriman sudahkah kamu saya tunjukkan sesuatu perniagaan yang bisa menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih yaitu kalian beriman kepada Allah serta Rasul- Nya serta berjihad dijalan Allah dengan harta serta jiwamu seperti itu yang lebih baik bagimu bila kalian mengenali. Sementara Rasul saw sudah bersabda:

 

Tiap kamu merupakan pemimpin serta tiap orang hendak dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.

Kalangan Muslimin rahimakumullah

Sebagian dari orang tua kalangan muslimin malu bila dia memandang anak orang sebelah dapat menyanyi, sedangkan anaknya dapat mengaji serta cuma sekolah di pesantren, jika iman orang tua semacam ini, gimana iman si anak?

Marilah kita lihat kebolehan para Aslafuna Solihun didalam mendidik kanak- kanak mereka. Nabi Ya`qub as mengatakan kepada kanak- kanak dia dikala maut menjemputnya, sebagaimana yang diceritakan dalam Angkatan laut(AL) Qur’ anulkarim:

 

Maksudnya: Apakah kamu muncul kala Ya`qub kehadiran( isyarat)

kematian kala dia mengatakan kepada anak- anaknya” Apa yang kamu sembah sehabis saya meninggal?”

Coba kita pahami sebagian wasiat Sayyidina Lukmanul Hakim didalam

wasiatnya yang bijaksana kepada anaknya


1. Wahai anakku janganlah kalian berbuat kemusyrikan, sebetulnya mempersekutukan Allah itu merupakan kezaliman yang besar. 

2.Wahai anakku sebetulnya perbuatan sekecil apapun meski itu semacam biji sawi serta terletak didalam bumi, tentu Allah hendak mendatangkannya. Sebetulnya Allah swt Maha Mengenali. 

3.Wahai anakku laksanakanlah sholat serta perintahkan manusia buat berbuat kebaikan serta cegahlah perbuatan kemunkaran. Serta bersabarlah atas musibah ataupun cobaan yang menimpamu.

Sudahkah kita melakukan semacam mereka? Apakah diantara kita meniru mereka?

Ma`asyiral Muslimin yang berbahagia

Sudah kita dengar spesialnya pada akhir era ini gadis- gadis yang h4mil di luar nikah serta ikut serta dalam perzin44n yang melenyapkan kemuliaan serta harga diri suatu keluarga serta kala itu tidak terdapat yang dapat diakukan kecuali

penyesalan serta kesedihan. Bersumber pada pengalaman- pengalaman diatas marilah

kita didik kanak- kanak kita dengan didikan islami sehingga kita dapat selamat dari

azab di Akherat nanti. Amin ya robbal alimin


Post a Comment for "KHUTBAH JUM,AT [WASIAT LUKMAN ALHAKIM KEPADA ANAKNYA]"