CONTOH SOAL PPG MATERI PERKEMBANGAN ANAK
KONTRAK BELAJAR
Sebelum melangkah lebih lanjut dalam pembelajaran ini, perhatikan jadwal dan agenda yang ditawarkan dalam matrik kontrak di bawah ini. :
1. Mengerjakan Tes Formatif (30 Menit) : 08.00-10.00
2. Mengerjakan Tugas Analisa Materi (pilih PBL/PjBL)
: 10.00-11 dan 15.00-16.00
1. Diskusi pematangan penguasaan Materi : 11.15-12.15
2. Mengerjakan Tes Akhir Modul : 13.00-15.00
3. Mengerjakan Tugas Remedial : 16.00-21.00
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mampu menganalisis perkembangan peserta didik dari aspek fisik dan psikomotorik, emosi dan sosial, dan proses dan keterampilan kognitif, serta moral dan spritual, memiliki keterampilan mengidentifikasi masalah yang dihadapi peserta didik dari berbagai aspek perkembangan peserta didik sebagai generasi millenial sehingga mampu memberikan perlakuan yang tepat dalam pembelajaran.
PENGANTAR
Modul perkembangan peserta didik ini merupakan salah satu modul yang diperuntukkan untuk mahasiswa PPG dalam jabatan. Secara umum, perkembangan dapat didefinisikan sebagai perubahan yang progesif dan kontinyu (berkesinambungan) yang terjadi di dalam diri individu mulai dari lahir sampai mati, baik menyangkut fisik maupun psikis. Istilah perkembangan biasanya tidak dipisahkan dari pertumbuhan dan kematangan. Pertumbuhan lebih pada aspek fisik dan biologis, sementara kematangan merupakan puncak dari pencapaian dari proses pertumbuhan dan perkembangan.
Selanjutnya yang dimaksud peserta didik sebagaimana yang tertuang dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni setiap manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Menurut Arief (2014) peserta didik merupakan raw material (bahan mentah dalam proses transformasi pendidikan karena ia akan dididik sedemikian rupa sehingga menjadi manusia yang mempunyai intelektual tinggi dan akhlak yang mulia.
Psikologi Perkembangan Peserta Didik merupakan bidang kajian psikologi perkembangan yang secara khusus mempelajari aspek-aspek perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah dasar dan menengah (Desmita, 2012). Proses perkembangan dengan proses belajar mengajar memiliki hubungan yang erat. Sebagaimana pendapat Syah (2003) bahwa keduanya memiliki benang merah yang erat sehingga hampir tidak ada proses perkembangan siswa baik jasmani maupun rohaninya yang sama sekali terlepas dari proses belajar mengajar sebagai pengejawantahan proses pendidikan. Apabila fisik dan mental sudah matang, panca indera sudah siap menerima stimulus-stimulus dari lingkungan, berarti kesanggupan siswa pun sudah tiba.
Menurut Djamarah (2002) bahwa salah satu penyebab utama kegagalan seorang guru dalam menjalankan tugas mengajar di depan kelas adalah kedangkalan pengetahuan guru terhadap siapa anak didiknya dan bagaimana cara belajarnya, sehingga setiap tindakan pembelajaran yang diprogramkan justru lebih banyak kesalahan daripada kebenaran dari kebijakan yang diambil. Winkel (2009) menyimpulkan kaitan antara belajar dan perkembangan bahwa belajar melandasi sebagian besar dari perkembangan. Yang sebagian besar meliputi perkembangan psikis/mental dalam berbagai aspeknya. Selain itu, adanya tahap perkembangan tertentu, berpengaruh terhadap apa yang dapat dipelajari dan dengan cara bagaimana harus dipelajari.
Apalagi saat ini, telah datang sebuah generasi dimana segala hal yang bersifat maya akan terlihat virtual karena kecanggihan teknologi. Para peserta didik kini lebih mudah mengakses segala informasi tanpa terbatas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat ke belahan dunia lain dalam waktu yang sangat singkat menggunakan internet. Begitu pula dengan produk kecanggihan teknologi yang lain bernama “game” yang kini menyerang peserta didik kita, bahkan membuat mereka kecanduan. Dalam beberapa kasus, hal itu bisa mempengaruhi perkembangan mereka mulai dari fisik psikomotorik, emosi dan sosial, moral dan spritual serta menghambat perkembangan kognitif mereka.
Dalam pendidikan Islam, menurut Muhtar Yahya (Arief, 2002) bahwa salah satu prinsip penggunaan metode pendidikan Islam adalah Mura’tul Isti’dad Wa Thab’i dimana sebuah prinsip yang sangat memperhatikan pembawaan dan kecenderungan anak didik. Dengan memperhatikan prinsip ini, maka metode yang digunakan pun adalah metode yang dapat disesuaikan dengan pembawaan dan kecenderungan tersebut.
Oleh karena itu, penting bagi para pendidik untuk dibekali pengetahuan tentang perkembangan peserta didik. Secara khusus, dapat dijelaskan manfaat perkembangan peserta didik, yakni:
1 Pendidik mampu memahami bahwa setiap peserta didik berbeda sehingga dapat dilakukan pendekatan yang tepat sesuai dengan karakteristik perkembangannya.
2 Pendidik dapat memahami aspek-aspek perkembangan peserta didik dan mampu mengaplikasikan model pembelajaran yang tepat berdasarkan aspek-aspek perkembangan peserta didik tersebut.
3 Pendidik dapat memahami dan mampu membuat perangkat evaluasi berdasarkan pertimbangan perkembangan peserta didik.
4 Studi perkembangan dapat membantu pendidik memahami diri sendiri. Hal itu disebabkan karena para pendidik juga mendapatkan wawasan dan pemahaman perjalanan hidup sesuai yang dijalaninya mulai kanak-kanak sampai dewasa.
Selain itu, yang terpenting adalah menghayati bahwa belajar merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang beriman agar memperoleh pengetahuan dalam rangka meningkatkan derajat kehidupannya. Sebagaimana yang dinyatakan Allah dalam Q.S. Al-Mujadalah 11, artinya “…niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang beriman dan berilmu”. Allah sendiri telah menjanjikan bahwa hanya orang-orang berakallah yang dapat menerima pelajaran. “Katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang mampu menerima pelajaran” (Q.S. Az Zumar 9)
Soal Nomor 1
Bisa jadi generasi Z dan alpha lebih terampil dan berpengalaman dalam hal digital dan komputer dari guru-guru mereka. Maka guru harus cepat beradaptasi dengan perkembangan literasi digital yang sangat cepat.
Jawaban Anda
A. Guru harus terampil berbahasa asing sehingga bisa
mengakses materi-materi dalam bahasa asing
B. Guru perlu kursus komputer sehingga mahir dalam
mengoperasikan komputer
C. Guru minimal harus bisa mengoperasikan komputer,
berselancar di internet, dan bisa menggunakan aplikasi pembelajaran.
D. Guru harus membawa laptop ke mana saja sehingga bisa
bekerja kapan saja dan di mana saja
E. Guru wajib mengajarkan keterampilan komputer kepada
setiap siswa
Soal Nomor 2
Generasi Z dan alpha selalu terhubung dengan internet dan gawai, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kehidupan mereka. Kompetensi mereka tidak hanya diperoleh di depan kelas atau melalui guru tetapi …
Jawaban Anda
A. dari internet, buku, jurnal, dan teman sejawat
B. dari belajar di luar ruang kelas dan di luar sekolah
C. dari proses belajar mandiri melalui aneka platform
digital seperti youtube dan aplikasi-aplikasi pendidikan daring.
D. melalui tontonan dan contoh perilaku orang tua dan
masyarakat
E. melalui kecerdasan buatan yang menggantikan
peran-peran guru
Soal Nomor 3
Ciri khas dari dua generasi Z dan Alpha adalah akrab dengan gawai, multitasking, banyak berkomunikasi dengan orang lain secara luas melalui media online, berpikir terbuka, senang hal yang praktis dan kritis. Karakteristik tersebut menunjukkan sikap, perilaku, cara berfikir yang berbeda dengan guru. Guru perlu …
Jawaban Anda
A. menguasai literasi digital agar dapat menyampaikan
materi dengan baik dan menyenangkan
B. Meningkatkan kemampuan digital agar bisa memanfaatkan
maha data untuk pembelajaran
C. memahami dan menyesuaikan diri terkait karaktersitik
siswanya termasuk kategori generasi Z dan alpha ketika berkomunikasi dan
mengajar.
D. menguasai pedagogik agar dapat menyampaikan materi
dengan baik dan menyenangkan
E. menguasai metode pembelajaran agar dapat menyampaikan
materi dengan baik dan menyenangkan
Soal Nomor 4
Perkembangan sosial emosianal anak memiliki keterkaitan dengan aspek perkembangan lainnya, baik fisik maupun mental. Keterkaitan tersebut dapat diketahui dari peningkatan kemampuan yang saling melengkapi. Emosi juga mempengaruhi kegiatan mental seperti konsentrasi, pengingatan, penalaran. Mungkin anak akan menghasilkan prestasi di bawah kemampuan intelektualnya, apabila emosinya terganggu, sedangkan secara psikologis efek dari tekanan emosi akan berpengaruh pada sikap, minat, dan dampak psikologis lainnya. Proses terjadinya emosi disebutkan melalui lima tahapan, yaitu: elicitors, receptors, state, expression, experience, yang kemudian diringkas menjadi tiga, yakni ...
Jawaban Anda
A. Variabel stimulus, variabel respon, dan variabel
re-stimulus
B. Variabel stimulus, variabel mayor, dan variabel minor
C. Variabel appersepsi, variabel persepsi, dan variabel
memori
D. Variabel stimulus, variabel respon, dan variabel
reinforcement
E. Variabel stimulus, variabel organik, dan variabel
respon
Soal Nomor 5
Islam menegaskan manusia diciptakan beragam agar saling kenal mengenal (QS. al-Hujurat:13); manusia harus saling tolong menolong (Q.S. al-Maidah 2); sesama orang-orang yang beriman itu bersaudara (QS. Al-Hujurat: 10); dan kaum muslim itu adalah umat yang satu (QS. Al-Anbiya: 92), kesemuanya berimplikasi pada guru harus menanamkan rasa kebersamaan dan peserta didik dapat menyesuaikan diri baik sebagai individu maupun dalam kehidupan sosialnya. Perkembangan sosial peserta didik adalah tingkatan jalinan interaksi anak dengan orang lain, mulai dari orang tua, saudara, teman sebaya, hingga masyarakat secara luas, oleh karena itu perkembangan sosial juga diartikan sebagai ...
Jawaban Anda
A. Perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan
tuntutan sosial
B. Perolehan pengetahuan berperilaku yang sesuai dengan
tuntutan moral
C. Perolehan cara berperilaku yang sesuai dengan tuntutan
lingkungan
D. Perolehan tata cara berperilaku yang sesuai dengan
tuntutan norma agama
E. Perolehan tindakan yang sesuai dengan ajaran di
sekolah
Soal Nomor 6
Pondasi perkembangan psikososial mencakup emosi dan pengalaman awal anak bersama dengan orang tua. Anak memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebutuhan sebagai makhluk sosial ini telah aktif dikembangkan anak sejak lahir, dan pada usia 6 bulan anak telah mampu mengenal ibu dan anggota keluarga yang sering berinteraksi dengannya. Pada tahap ini pula, anak mulai mampu membedakan sinyal- sinyal ekspresi sosial dari lingkungannya, seperti mengartikan senyum, marah, teriakan, kasih sayang dan sebagainya. Sikap anak, utamanya dalam kemampuan sosial dan emosi ini akan bersesuaian dengan pengalaman yang diperoleh dari interaksi meraka dengan orang lain, sehingga emosi memiliki fungsi antara lain...
Jawaban Anda
A. Sebagai bentuk perilaku
B. Sebagai bentuk sosial
C. Sebagai bentuk emosional
D. Sebagai bentuk komunikasi
E. Sebagai bentuk pengetahuan
Soal Nomor 7
Berbeda dengan Piaget, perkembangan kognitif menurut Vygotsky lebih menekankan pada konsep sosiokultural, yaitu konteks sosial dan interaksi dengan orang lain dalam proses belajar anak. Vygotsky juga yakin suatu pembelajaran tidak hanya terjadi saat di sekolah atau dari guru saja, tetapi suatu pembelajaran dapat terjadi saat siswa bekerja menangani tugas-tugas yang belum pernah dipelajari di sekolah namun tugas-tugas itu bisa dikerjakannya dengan baik, misalnya di masyarakat. Salah satu aspek perkembangan kognitif yang sangat penting bagi proses belajar peserta didik di sekolah yaitu keterampilan kognitif, yakni suatu kemampuan dalam ...
Jawaban Anda
A. Menata dan menganalisis pikiran dalam mengolah
pertemanan
B. Menata dan menyimpulkan pikiran dalam mengolah bahan
ajar
C. Menata dan menyederhanakan pikiran dalam mengolah
perilaku
D. Menata dan menggunakan pikiran dalam mengolah
informasi
E. Menata dan memanfaatkan pikiran dalam mengolah
kegiatan
Soal Nomor 8
Kognitif adalah istilah yang digunakan oleh ahli psikologi untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan masa depan, atau semua proses psikologis yang berkaitan bagaimana individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menilai dan memikirkan lingkungannya. Pada tahap operasional formal, Piaget menggarisbawahi bahwa anak-anak telah dapat berpikir tingkat tinggi, seperti berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, mensintesis, mampu berpikir secara abstrak dan secara reflektif, serta mampu memecahkan berbagai masalah. Tahap ini terjadi pada usia ...
Jawaban Anda
A. 10-11 tahun
B. 12-14 tahun
C. 11-15 tahun
D. 9-13 tahun
E. 10-14 tahun
Soal Nomor 9
Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah pendidikan akal (al-ahdaf al-aqliyah) yang mengarah pada perkembangan inteligensi. Dengan demikian, pendidikan berguna untuk mengarahkan manusia sebagai individu untuk dapat menemukan kebenaran yang sebenar-benarnya. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif seorang anak terjadi secara bertahap. Seorang anak tidak dapat menerima pengetahuan secara langsung dan tidak bisa langsung menggunakan pengetahuan tersebut, tetapi pengetahuan akan didapat secara bertahap dengan cara belajar secara aktif di lingkungan sekolah. pada usia 7-11 tahun anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi, kemampuan pada usia ini oleh Peaget disebut sebagai ...
Jawaban Anda
A. Tahap operasonal formal
B. Tahap sensorimotorik
C. Tahap praoperasional
D. Tahap operasional konkrit
E. Tahap operasional rutin
Soal Nomor 10
Secara fisik, terdapat perbedaan antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan. Perbedaan itu sudah mulai terlihat sejak lahir hingga usia dewasa. Kemampuan guru untuk menempatkan perbedaan itu dengan memperhatikan perkembangan motorik peserta didiknya, menjadi bagian dari strategi pembelajaran guna mengefektifkan dan meningkatkan prestasi belajar peserta didik mereka. Perkembangan motorik dari masa ke masa tentu berbeda dan cenderung meningkat, sehingga antara lompatan anak-anak di usia empat dan lima juga mengalami perbedaan, yaitu
Jawaban Anda
A. Anak usia 4 tahun dapat melompat 24-33 inchi,
sedangkan anak usia 5 tahun dapat melompat 28-36 inchi
B. Anak usia 4 tahun dapat melompat 18-20 inchi,
sedangkan anak usia 5 tahun dapat melompat 24-35 inchi
C. Anak usia 4 tahun dapat melompat 25-28 inchi,
sedangkan anak usia 5 tahun dapat melompat 28-37 inchi
D. Anak usia 4 tahun dapat melompat 22-36 inchi,
sedangkan anak usia 5 tahun dapat melompat 40-52 inchi
E. Anak usia 4 tahun dapat melompat 28-38 inchi, sedangkan
anak usia 5 tahun dapat melompat 38-48 inchi
Soal Nomor 11
“Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” ungkapan umum ini menekankan pentingnya merawat fisik motorik dengan memberi asupan gizi yang seimbang. Selain itu, memerlukan latihan-latihan yang dapat meningkatkan ketrampilan motorik dan kesehatan fisik mereka. Guru juga dituntut untuk memperhatikan hal tersebut, dengan cara mendorong sekolah menyediakan kantin sehat bagi warganya. Perkembangan motorik yang baik akan mampu meningkatkan perkembangan fisik peserta didik, yang terdiri dari:
Jawaban Anda
A. Sistem syaraf dan otot-otot
B. Kelenjar endokrin
C. Struktur fisik dan sistem syaraf
D. Otot-otot, struktur fisik, dan kelenjar endokrin
E. Semua jawaban benar
Soal Nomor 12
Anak-anak sejak lahir telah memperoleh perhatian yang baik dari orang tua mereka, tentu saat mereka memasuki usia sekolah, para guru berkewajiban memberi perhatian dan bimbingan kepada anak-anak tersebut. Hal ini meniscayakan bagi guru untuk selalu memperhatikan berbagai aspek perkembangan peserta didiknya. Perkembangan peserta didik pada masa awal memiliki beragam ketrampilan fisik yang harus terus dilatih, baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. tanggung jawab ini membutuhkan perhatian yang baik, terutama berkaitan dengan perkembangan fisik psikomotorik peserta didik. Dua hal yang menjadi fokus latihan perkembangan motorik peserta didik adalah:
Jawaban Anda
A. Ketrampilan fisik halus dan ketrampilan motorik kasar
B. Psikomotorik kasar dan ketrampilan fisik halus
C. Ketrampilan motorik kasar dan ketrampilan psikomotorik
halus
D. Keterampilan motorik halus dan ketrampilan motorik
kasar
E. Fisik yang halus dan ketrampilan motorik
Post a Comment for "CONTOH SOAL PPG MATERI PERKEMBANGAN ANAK "